Akhir ??

Kematian bagi setiap individu mungkin adalah hal yang mengerikan bahkan untuk sekedar dibayangkan.

Namun masalah bagiku adalah saat ini aku tidak takut dengan hal itu, bahkan jika mungkin segera menghampiri dan menyapaku dengan caranya sendiri.

Mungkin agar kebingungan dan ketidak berdayaanku ini segera berakhir.

Karena memang aku tidak akan mampu berbuat apa-apa.

Pilih Siapa ????

pemilu1

Pemilu semakin dekat, anda mau pilih siapa ?

Katanya Golput haram ?

Kenapa yang haram bukannya yang mengingkari janji kampanye, kenapa yang haram bukannya yang menyalahi aturan kampanye, atau mencuri start saat kampanye, atau menjanjikan yang nggak mungkin…

Kalau watuitem tetap pada pendiriannya :

” Kalau gak ada yang bisa dipilih, yaa dicoblos aja semuanya”

he he he …..

Kan gak golput…

Bukan internet namanya……………..

Alhamdulillah, akhirnya bisa bobol juga “penjagaan” link seperti yang aku maksudkan di postingan sebelumnya, meskipun “hanya” bobol sedikit, namun juga “sedikit” melegakan.
Dengan pencarian, “How to get through proxy block” di mesin pencari, ternyata banyak pilihan yang bisa digunakan.
Thanks all.
Seperti kata teman, bukan internet kalau nggak bisa bobol.

Maaf lagi

Sebelumnya mohon maafsorry2

Karena akses dari kantor untuk wordpress di blok dengan tidak sengaja oleh oknum-oknum di bagian IT, masuk dalam kategori social networking, maka blog ini dengan sengaja memang jarang di update.

Sebenarnya sayang sekali, karena perkembangan dunia blog demikian pesat, terutama di Gresik. Namun apa daya…..

Maafkan …….

Pasti “PAS”

Pertamina boleh bangga dengan progra pasti PAS yang digulirkannya, namun kenyataan di lapangan masih sangat jauh dari apa yang diharapkan. Masih mustahil memikirkan untuk bisa sekedar “PAS”.

Saya punya pengalaman yang gak enak tentang pom bensin di daerah Gresik, dan bodohnya lagi saya baru menyadari hal itu, padahal sudah beberapa kali diingatkan sama teman sesama pengguna pom bensin.

Setelah lama menunggu dalam ketidak pastian, akhirnya motor idaman pun nongol juga di rumah, sebuah Bajaj Pulsar 200 dtsi wine red, kapasitas tanki bensin adalah 15 liter.

Read more »

Sampai Kapan ?

Tiap malam jam 3 pagi baru bisa tidur, itupun tidak sepenuhnya terlelap.

Jam 5 pagi mesti bangun kembali, jam 7 pagi berangkat kerja

Pulang jam setengah lima.

Di rumah pun suasana serba tidak enak, tidak ada rasa nyaman dan aman sama sekali.

Sampai kapan harus seperti ini ?

Sampai kapan mampu bertahan ?

Tidak kah kau menyadari ada yang tidak semestinya di situ ?

Mari kita bicara dari hati ke hati,

Mari kita selesaikan semuanya…….

Ketika

Ketika batin dan lahir tak lagi sejalan,

Ketika hati dan tubuh tak lagi seirama,

Ketika nurani dan jasad bersimpang arah,

Sampai kapan kamu akan mampu bertahan ??

(Lagi-lagi) Maaf…….

Bumi : Kemana saja selama ini kamu jah ?

Gajah : Maafkan aku bumi, karena selama ini sebagai mahluk aku ngga mampu menemanimu menempuh perjalanan ini.

Bumi : Iya tapi kenapa ??

Gajah : Karena aku hanya bisa menggunakan apa yang diberikan kepadaku, dan sekarang akses untuk itu sedikit dikurangi, terutama untuk personal blog. Entah dengan pertimbangan apa mereka membatasi akses kami, mungkin juga demi kebaikan kami namun kami tak mengerti.

Bumi : Lha tapi sekarang bisa …..

Gajah : Mungkin mereka juga membutuhkan akses ke personal blog, sehingga jalan untuk kesini sedikit dibuka.

Bumi : Oooo. Sabar kalau begitu ya jah…tapi bukankah kamu bisa mengakses dari luar ?

Gajah : Sebenarnya bisa, namun keterbatasanku sebagai mahluk yang selalu memiliki masalah membuat aku ngga sanggup untuk itu.

Bumi : Masalah apa lagi jah ?

Gajah : Ah, bumi masalah lama, sungguh berat kurasakan, dan keterbatasanku sebagai mahluk hanya mampu membuat aku untuk selalu berdoa, berdoa dan berdoa agar terbuka jalan terbaik tanpa hati harus menyakiti dan merasa tersakiti walau itu tidak mungkin.

Bumi : Semoga yang terbaik jah ….

Gajah : Terima kasih bumi, untuk selalu berada di sisi ku meski kadang tak terlihat nyata, terima kasih untuk selalu memberi dukungan kepadaku walau jujur kukatakan itu malah membuat aku bingung. Terima kasih untuk selalu menungguku walau aku tidak tahu sampai kapan.

Terima kasih bumi…..

Kenapa Harus Minyak yang Jadi Alasan

Saya hanya bisa melihat dari sudut pandang orang awam, karena memang saya termasuk golongan orang yang hanya bisa melihat secara sederhana mengenai segala sesuatu, dan itu mungkin termasuk orang awam.

Begini, dulu waktu saya masih sekolah di SD, saya dan teman-teman dijejali dengan pengetahuan bahwa negeri kita ini kaya raya akan segalanya. Kaya akan budaya, tradisi, hasil pertanian, hasil perikanan, dan tentu juga hasil bumi yang berupa minyak yang kini menjadi masalah itu.

Sekali lagi saya ini hanya orang awam dengan logika yang awam pula. Logikanya jika kita kaya akan hasil pertanian tentu petani kita juga akan kaya, jika kita kaya akan hasil perikanan tentu nelayan kita akan sangat kaya, dan juga jika kita kaya akan minyak bumi, tentu seiring dengan perkembangan harga minyak yang melangit, kita akan menjadi semakin kaya, begitu ?

Kenapa negara kita tidak seperti Rusia yang setelah 10 tahun nyaris bangkrut kini ikut kaya karena harga minyak yang semakin tinggi (contohnya disini), kenapa justru negara kita semakin terpuruk ?

Apakah karena pengelolanya, yang adalah juga pemerintah, yang kurang becus ? tapi kalau pemerintahnya yang kurang becus, kenapa rakyat yang semakin miskin yang menjadi korban ?

Apakah pemerintah yang pengelola hasil bumi itu sudah tidak punya hati sehingga mengingkari janjinya waktu Pemilu dulu ?

Apakah pemerintah yang pilihan rakyat itu sudah tidak punya perasaan sehingga harus semakin menyengsarakan rakyat kecil yang memang sudah sengsara ?

Apakah pemerintah yang kumpulan orang-orang pinter itu sudah tidak mampu lagi memikirkan solusi lain selain menaikkan harga BBM yang akhirnya juga menaikkan harga semuanya ?

Apakah pemerintah tidak malu jika harus menciptakan celah baru untuk korupsi yang berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) itu ?

Sekali lagi ini hanya pemikiran orang awam.

Mohon Maaf, sekali lagi…..

Mohon maaf sekali lagi, jika kemarin-kemarin sudah siap untuk kembali, namun ternyata masih ada lagi kendala-kendala pribadi yang menyebabkan saya belum bisa melanjutkan “kembali” tersebut.

Semua itu terjadi di luar batas kontrol saya sebagai manusia biasa, menghadapi fitnah, hidup dalam fitnahan, sungguh terasa sangat sangat berat, terlebih lagi jika fitnah itu datangnya dari manusia yang dulu pernah menjadi bagian dari hidup kita selama bertahun-tahun, pernah sangat kita percayai, pernah sangat kita sayangi.

Namun sekarang malah menyebar kabar yang bahkan mampu membuat hati sekeras baja pun akan terkoyak, mampu meruntuhkan karang yang kukuh diterjang ombak, mampu membuat darah mendidih meski terbelenggu salju.

Read more »