Mohon Maaf, sekali lagi…..

Mohon maaf sekali lagi, jika kemarin-kemarin sudah siap untuk kembali, namun ternyata masih ada lagi kendala-kendala pribadi yang menyebabkan saya belum bisa melanjutkan “kembali” tersebut.

Semua itu terjadi di luar batas kontrol saya sebagai manusia biasa, menghadapi fitnah, hidup dalam fitnahan, sungguh terasa sangat sangat berat, terlebih lagi jika fitnah itu datangnya dari manusia yang dulu pernah menjadi bagian dari hidup kita selama bertahun-tahun, pernah sangat kita percayai, pernah sangat kita sayangi.

Namun sekarang malah menyebar kabar yang bahkan mampu membuat hati sekeras baja pun akan terkoyak, mampu meruntuhkan karang yang kukuh diterjang ombak, mampu membuat darah mendidih meski terbelenggu salju.

Read more »

Please……let’s finish it

Apa yang aku bayangkan selesai sesuai dengan rencana, yang dibuat bersama demi kebaikan bersama pula, pada akhirnya yang terjadi adalah tidak seperti harapan. Begitulah kehidupan, manusia boleh berencana sebaik mereka kira, namun pada akhirnya semua kembali kepada Tuhan.

Mungkin ada pihak yang mungkin secara tidak sengaja, tidak ingin melihat kehidupanku kembali berjalan dengan normal laiknya manusia lain, mungkin mereka tidak rela jika harus memetik buah pahit dari hasil perlakuan mereka sendiri, sehingga mereka harus mengajak-ku, juga kupu-kupu kecilku tentunya, untuk ikut merasakan buah kepahitan itu.

Read more »

I’m Back!!!!!!!!

theotravis-sun.jpg

Finally, setelah beberapa pekan sempat absen karena berbagai masalah yang menguras tenaga dan pikiran, kini aku akan berusaha untuk bangkit kembali dengan semangat dan pandangan baru tentu saja.

Setelah penantian akan terbitnya matahari yang diharapkan untuk menyinari langkah berujung kecewa, dengan alasan klasik, dan menimbulkan luka yang cukup dalam. Namun luka itu tidak begitu berarti karena memang itu adalah luka di tempat  yang sama yang aku sendiri pernah mengalaminya, sehingga terasa sakitnya tidak seperti waktu pertama kali mendapatkannya, dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk pemulihan.

Read more »

KENYATAAN

doa-1.jpg

Kenyataan bahwa aku, yang hanya berbekal sebungkus ketulusan dan kesungguhan cinta dan kasih sayang, masih belum bisa membuka pintu dari relung hatimu sungguh mampu membuatku terjatuh kembali, meskipun belum terperosok ke dalam pusaran bumi yang terdalam, namun jujur kuakui bahwa rasa sakit itu ada. Read more »

14 Februari

my-love-heart.jpg

Gadjah : Tanggal berapa sekarang bumi ?

Bumi : Tanggal 14 Februari Djah, hari kasih sayang kata manusia

Gadjah : Apakah ada artinya untukmu bumi ?

Read more »

Gurindam 12

Merupakan karya Raja Ali Haji

Ini gurindam pasal yang pertama:

Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang yang ma’rifat
Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah Ia dunia mudarat.

Ini gurindam pasal yang kedua:

Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua termasa.
Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

Read more »

MASALAH

gadjah2.jpg

Bumi : Kamu kelihatan murung hari ini djah, ada apa ?

Gadjah : Iya bumi, masalah besar menghadang di depan mata gadjah yang kecil ini.

Bumi : Masalah apa djah, mungkin aku bisa bantu ?

Read more »

Kecewa

disappointed.jpg

Bumi : Kecewa, pernahkah kau merasakannya Djah

Gadjah : Tentu saja bumi, semua manusia pasti pernah kecewa.

Bumi : : Terus bagaimana djah ?

Gadjah : Ya, pada akhirnya semua kembali kepada kita dalam menyikapinya, apakah kita akan bangkit berpondasikan kekecewaan itu, atau malah tenggelam bersamanya. Dan kebanyakan dari kita manusia tidak menyadari bahwa kekecewaan adalah bentuk nyata dari keterbatasan kita sebagai manusia.

LAGI ?

normal_two_love_roses_af.jpg

Bumi : Djah, bagaimana jalan pikiranmu mengenai seorang wanita ?

Gadjah : Maksudmu bumi ?

Bumi : Pandanganmu tentang wanita djah.

Gadjah : Kenapa tiba-tiba pertanyaanmu seperti itu

Bumi : Hanya ingin tau caramu berpikir djah..

Read more »

Masa Lalu

the_art_of_loving_by_latentxbullet.jpg

Bumi : Apakah sekarang kamu masih mencintainya ?
Gadjah : Tidak bumi, kenapa ? Ada yang salah ?
Bumi : Tapi bukankah dulu, bertahun-tahun yang lalu, kamu pernah sangat mencintainya ?
Gadjah : Benar bumi
Bumi : Lalu mengapa sekarang kamu berubah djah ? Bukankah cinta itu diciptakan untuk selamanya ?
Gadjah : Memang cinta diciptakan untuk selamanya, namun hanya dengan berbekal cinta saja tidak cukup bumi,  apa lagi bekal itu digunakan untuk mengarungi samudra kehidupan yang aku sendiri pun sampai saat ini tidak tahu seberapa luasnya.

Bumi : Lalu dengan bekal apa lagi ?

Gadjah : Ah bumi… semua orang juga sudah tahu itu, selain cinta juga harus dibarengi dengan bekal pengorbanan, pengertian, kejujuran, komunikasi dan segala tetek bengek tentang cinta yang lain.

Bumi : Apakah cinta kalian tidak cukup kuat untuk mendapatkan bekal itu ?

Gadjah : Jangan tanyakan itu pada saya bumi, tanyakan pada dia.

Bumi : Kenapa harus dia ?

Gadjah : Karena dia merasa bahtera cinta, pengorbanan, dan pengertian yang saya berikan belum cukup layak untuk dipertahankan sehingga dia lari setiap kali ada gelombang menerjang. Dan gadjah tidak suka itu, kenapa harus lari, bukankah jika dihadapi bersama gelombang setinggi dan sebesar apapun akan bisa dihadapi meskipun tidak selalu mudah, semua orang tahu itu.

Bumi : Jika dia ingin kembali ?

Gadjah : Maafkan aku bumi, hatiku sudah menganga lebar tersakiti, kakiku pun sudah terpatahkan hingga untuk berdiri dan berjalan menatap waktu pun terasa sangat berat. Telinga pun sudah terlanjur kukunci rapat agar angin jahat tidak bisa masuk untuk membisikkan kejahatan fitnah dan kebohongan. Mata pun terancam buta oleh fitnah, ketidakadilan dan kebohongan.

Bumi : Jika dia masih bertahan untuk kembali ?

Gadjah : Sekali lagi maafkan aku bumi, aku tidak bisa. Dia boleh berbicara bagaimanapun tentang diriku, aku tidak peduli.

Bumi : Lalu apa maumu ?

Gadjah : Aku hanya ingin hidup yang baru.